Pages

Minggu, 11 Oktober 2015

Pembabakan Sejarah Jepang



1.      Zaman Pra-Sejarah.
a.      Zaman Jomon (10.000 SM – 200S M).
·         Orang - orang tinggal berkelompok di rumah – rumah yang terletak di tanah agak tinggi.
·         Rumahnya di buat dari, pohon untuk tiangnya dan atapnya terbuat dari rumput.
·         Peninggalan       Perkakas Batu dan Tembikar Bermotif Tambang.
·         Kepercayaan Animisme.

b.      Zaman Yayoi (200 SM – 250 M).
·         Tempat tinggal mulai pindah ke dataran rendah.
·         Mulai adanya kesatuan – kesatuan masyarakat, desa - desa bergabung.
·         Mulai ada Pertanian      Perkakas Logam: Besi dan Logam.
·         Sistuasi pertanian dapat di ketahui dari gambar yang terdapat pada lonceng perunggu yang merupakan peninggalan zaman ini.Pertanian mulai bertambah besar       muncul kerajaan-kerajaan kecil.
·         Pasukan terkuat: Klan Yamatai ( dipimpin oleh Ratu Himiko).

2.      Zaman Monarki Awal.
a.      Zaman Yamato (250 M – 255 M)
·         Abad ke-4       Gazoku ( klan yang berkuasa) di daerah Yamato, bergabung membentuk kerajaan besar       Pemerintahan Yamato.
·         Akhir abad ke-5      berhasil menguasai sebagian besar wilayah Jepang.
·         Abad ke-5 dan ke-6: dibentuk Negara Yamato oleh politik pusat dangan penguasanya disebut Okami.
·         Kerajaan di perintah oleh Kaisar, tapi roda pemerintahan utama berada pada Klan (Gazoku).
·         Peninggalan Zaman Yamato       Kuburan – kuburan besar ( KOFUN ).

b.      Zaman Asuka – Hakuo (250 M – 710 M).
·         Abad ke-5 orang Cina dan korea datang dan menetap di jepang     Torajin.
·         Orang Cina membawa kebudaaan yang lebih besar, berupa Huruf Kanji dan Konfisianisme.
·         Abad ke-6, mulai masuknya agama Budha ke Jepang melalui orang China dan Korea.
·         Muncul konfilk antara Klan Momonobe yang menolak agama Budha dan Klan Soga yang menerima agama. Pada akhirnya Konflik ini di menangkan oleh klan Soga.
·         Muncul Pangeran Shotoku (Shotoku Taishi)      orang yang berjasa dalam mengembalikan kekuasaan Kaisar yang mulai memudar.

c.       Zaman Nara (710 M – 794 M).
·         Ratu Genmei memindahkan Ibukota dari Asuka ke Nara pada tahun 710.
·         Kekuasaan di bawah sistem Ritsutyou.
·         Tata letak kota mengikuti/meniru kota Tang di China, di bagi dengan jalan-jalan sehingga menyerupai papan catur.
·         Sudah mulai muncul sistem uang dalam bentuk logam yang terbuat dari emas, perak, dan tembaga yang di beri nama Wado dan Kaido.
·         Para bangsawan terlalu berlebihan terhadap agama Budha terlalu besar.
Ø  Dan hal ini menyebabkan:
-          Banyak petani yang meninggalkan tanahnya dan hidup menderita, serta mereka pergi ke kota untuk mencari pekerjaan lain, tapi akhirnya malah menjadi gelandangan. Dan para bangsawan hidup berkecukupan.

3.      Zaman Monarki Akhir (794 M – 1185 M ).
a.      Zaman Heian.
·         Ketika perselisihan di kerajaan semakin memuncak, khususnya antara pendeta Budha dan para bangsawan serta semakin goyahnya Taiho Ritsuryou. Kaisar kanmu memindahkan dari Nara ke Heian (Kyoto). Dan sampai kurang lebih 1100 tahun berikutnya Kyoto menjadi Ibukota Jepang dan merupakan Pusat Tahta Kerajaan.   
·         Tujuan dipindahkannya Ibukota ialah menegakkan kembali sistem pemerintahan disatu titik. Dan membendung pengaruh pendeta Budha di nara yang terlalu banyak ikut campur.
·         Pemilikan tanah pada zaman ini berpusat pada tanah pertanian pribadi (Shoen), yang dimiliki oleh para bangsawan dan mengangkat para pegawai (Shokan).


4.      Zaman Feodal Awal.
a.       Zaman Kamakura (1185 M – 1333 M).
·         Yoritomo menguasai Jepang dengan sistem pemerintahan militer (pemerintahan Bakufu) dan mendirikan pusat pemerintahan di Kamakura. Saat itu ada 2 macam pemerintahan yaitu pemerintahan sipil dan agama yang dipimpin oleh oleh Tennō yang ada di Kyoto dan pemerintahan militer (bakufu) yang dipimpin oleh Yoritomo yang ada di Kamakura.
·         Pada zaman ini lahir golongan prajurit yang disebut Samurai, sehingga pada zaman ini muncul dua orang pembuat pedang yang terkenal yaitu Masamune dan Muramasa.
·         Setelah zaman ini hancur maka muncul maka muncul penggantinya yang diberi nama:
Ø  Restorasi Kemmu (1333 M – 1336 M).
-          Go-Daigo kembali bertahta pada tahun 1333, dan mendirikan pemerintah baru dengan kekuasaan yang terpusat di tangan kaisar. Kemmu adalah nama zaman baru yang dimulai tahun 1334. Istilah “Restorasi Kemmu” merupakan terjemahan dari istilah serupa, Kemmu no Chūkō.
-          Pemerintah Kaisar Go-Daigo akhirnya ditumbangkan Ashikaga Takauji pada tahun 1336 yang sekaligus menandai berakhirnya periode Restorasi Kemmu.

b.      Zaman Muromachi (1338 M – 1573 M).
·         Kekuasaan pemerintah berada di tangan Keshogunan Ashikaga yang juga disebut Keshogunan Muromachi. Pendiri Keshogunan Ashikaga adalah Ashikaga Takauji yang merebut kekuasaan politik dari Kaisar Go-Daigo dan sekaligus mengakhiri Restorasi Kemmu.
·         Zaman Muromachi juga disebut zaman Nanboku-cho atau zaman Istana Utara-Istana Selatan ketika kekuasaan istana terbelah dua menjadi Istana Utara dan Istana Selatan.
·         Zaman Muromachi berakhir pada tahun 1573 ketika shogun ke-15 sekaligus shogun Muromachi terakhir, Ashikaga Yoshiaki diusir dari ibu kota Kyoto oleh Oda Nobunaga.

c.       Zaman Azuchi-Momoyama (1568 M – 1600 M).
·         Jepang bersatu secara militer dan negara menjadi stabil di bawah kekuasaan Oda Nobunaga yang dilanjutkan oleh Toyotomi Hideyoshi.
·         Istilah zaman Azuchi-Momoyama berasal dari nama istana (kastil) yang menjadi markas kedua pemimpin besar, Nobunaga di Istana Azuchi dan Hideyoshi di Istana Momoyama.

5.      Zaman Feodal Akhir.
a.      Zaman Edo (1603 M – 1868 M).
·         Tokugawa Ieyasu mengalahkan para pengikut setia Toyotomi di pertempuran Sekigahara (Sekigahara no Tatakai) pada tahun 1600, ia diangkat menjadi shogun pada tahun 1603 dan mendirikan pemerintahan militernya di kota Edo (Edo Bakufu).
·         Kelas samurai ditempatkan oleh keshogunan di atas kelas rakyat biasa, petani, perajin, dan pedagang. Keshogunan mengeluarkan undang-undang yang mengatur segala aspek kehidupan, dimulai dari potongan rambut dan busana untuk masing-masing kelas dalam masyarakat.

6.      Zaman Modern.
a.      Zaman Meiji (1867 M– 1912 M).
·         Pada tahun-tahun pertama pemerintahannya, kaisar Meiji memindahkan ibukota kekaisaran dari Kyoto ke Edo. Edo pun berganti nama baru menjadi Tokyo (ibu kota Timur).
·         Andanya Undang-Undang dasar yang menetapkan sebuah kabinet dan badan-badan legistlatif. Golongan-golongan masyarakat selama masa Edo yang membuat masyarakat menjadi terbagi berdasarkan kasta pun dihapuskan.
·         Adanya Restorasi Meiji yang terjadi 1868 yang akhirnya mengakhiri kekuasaan feodal Keshogunan Tokugawa. Dan memiliki 5 kebijakan yang sudah disetujui.

b.      Zaman Taisho (1912 M- 1926 M).
·         Kaisar Yoshihito tidak berada dalam kondisi kesehatan yang baik, sehingga terjadi pergeseran kekuatan politik dari negarawan senior (genrō) ke Parlemen Jepang dan partai-partai politik. Oleh karena itu, periode ini juga disebut masa gerakan liberal yang disebut demokrasi Taishō.
·         Akhir zaman Taishō ditandai dengan besarnya investasi pemerintah di dalam negeri dan luar negeri, serta proyek-proyek pertahanan yang hampir menguras kas negara, dan kurangnya devisa untuk membayar utang.
·         Pada tahun 1914, jepang ikut dalam perang duna 1 namun hanya memainkan peranan kecil. Baru pada tanggal 23 Agustus 1914 Jepang mendeklarasikan perang dengan Jerman, dan akhirnya Jepang berhasil menduduki daerah jajahan Jerman dan China. Demi menghindari kecurigaan dunia, Jepang melalui perdana mentrinya untuk tidak merampas hak China. Tapi Presiden Yuan Shi Kai meminta Jepang untuk mengembalikan wilayah Jazirah Shandong kepada China seutuhnya. Namun Jepang tidak menyetujui permintaan Presiden Yuan Shi Kai dan kemudian mengajukan Twenty One Demands kepada China.

c.       Zaman Showa (1926 M–1989 M).
·         Sejak Kaisar Hirohito naik tahta pada 25 Desember 1926 hingga wafat pada 7 Januari 1989. Tahun Shōwa berlangsung hingga tahun 64 Shōwa, dan merupakan masa pemerintahan terpanjang dari seorang kaisar di Jepang (62 tahun 2 minggu), walaupun tahun terakhir zaman Shōwa (tahun 64 Shōwa) hanya berlangsung selama 7 hari.
·         Jepang memasuki periode totalitarianisme politik, ultranasionalisme, dan fasisme yang berpuncak pada invasi ke Cina pada tahun 1937. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari masa konflik dan kekacauan di seluruh dunia, seperti halnya Depresi Besar dan Perang Dunia II.
·         Dekade 1980-an merupakan masa keemasan ekspor otomotif dan barang elektronik ke Eropa dan Amerika Serikat sehingga terjadi surplus neraca perdagangan yang mengakibatkan konflik perdagangan. Setelah Perjanjian Plaza 1985, dolar AS mengalami depresiasi terhadap yen.
·         Pada Februari 1987, tingkat diskonto resmi diturunkan agar produk manufaktur Jepang bisa kembali kompetitif setelah volume ekspor merosot akibat menguatnya yen. Akibatnya, terjadi surplus likuiditas dan penciptaan uang dalam jumlah besar. Spekulasi menyebabkan harga saham dan realestat terus meningkat, dan berakibat pada penggelembungan harga aset di Jepang.

7.      Zaman Hesei (1989 M – Sekarang)
·         Di siang hari setelah Kaisar Hirohito mangkat, sebuah dewan yang terdiri dari delapan orang ahli dibentuk untuk memutuskan nama zaman berikutnya. Pemerintah mengajukan dan meminta pertimbangan atas 3 buah nama zaman yang baru ke hadapan anggota dewan, dan Ketua/Wakil Ketua Majelis Rendah Jepang serta Majelis Tinggi Jepang.
·         Nama Heisei dicipta daripada dua karakter Cina (kanji) yang membawa maksud  "keamanan" dan "menjadi". Pada awal zaman Heisei, keadaan ialah lebih tenang untuk masyarakat Jepun berbanding beberapa dekad terakhir zaman Showa (1926-1989), yang merupakan pemulihan dan pertumbuhan dramatik Jepun selepas dikalahkan dengan teruk dalam perang Dunia II (1939-1945).
·         Sampai sekarang sudah 27 zaman Hesei.